Contact Us!

Tentang Kami

loading...

Berita

loading...
loading...

Blog Artikel

 ABSES PADA SAPI

Oleh drh. Ainul Mardhiah dan drh. T. Rizalsyah,

 

 

Abses merupakan salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada sapi perah. Abses merupakan akumulasi lokal dari eksudat purulent yang berasal dari degeneratif sel-sel radang, sebagai reaksi sel radang. Abses merupakan kumpulan nanah yang terbentuk akibat jaringan yang rusak, pada hewan ternak sering ditemukan pada permukaan tubuh. Abses dibedakan menjadi abses terbuka dan abses tertutup.

Pemerintah mempertimbangkan adanya wilayah sumber bibit unggul sapi Aceh beberapa tahun yang lalu sudah terbentuk pewilayahan sumber bibit sapi Aceh

Sapi Aceh sebagai salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Aceh dan telah dibudidayakan secara turun temurun sebagai ternak peninggalan leluhur dan telah beradaptasi dengan baik  di bumi serambi mekah

MYASIS DAN PENANGGULANGANNYA

Oleh. drh. Ainul Mardhiah/drh. T. Rizalsyah

Myasis atau belatungan adalah infestasi larva lalat ke dalam suatu jaringan hidup hewan berdarah panas termasuk manusia. Myasis adalah invasi belatung atau lalat pada jaringan tubuh sehingga menyebatkan kerusakan pada jaringan tersebut. Myasis berawal dari luka karena trauma yang dibiarkan terbuka yang didukung oleh lingkungan kandang yang kurang bersih sehingga memudahkan lalat kontak dengan luka.

Performans dan perkembangan sapi Aceh kurang diketahui oleh masyarakat secara nasional, hal ini disebabkan terbatasnya literatur yang membahas tentang potensi genetik sapi lokal Aceh.

 

ABSTRAK

 

Penelitian dilakukan dari bulan September 2015 hingga Oktober 2015 dengan tujuan untuk menentukan prevalensi dan identifikasi caplak Ixodidae pada sapi di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 550 caplak dewasa dikumpulkan dari tubuh sapi yang berjumlah sebanyak 500 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infestasi caplak keras pada sapi lokal Aceh sebesar Sebanyak empat genus caplak keras telah diidentifikasi yaitu; genus Boophilus (66.73%) adalah kutu yang paling banyak diikuti oleh Rhipicephalus (22.90 %); sementara Ambylomma (7.64 %) dan Hyalomma (2.73 %) genus yang paling jarang ditemukan di lokasi penelitian. Secara keseluruhan prevalensi infestasi caplak keras pada sapi lokal Aceh adalah 47,6%. Studi ini menunjukkan bahwa adanya kelimpahan populasi caplak yang tinggi di area ternak. Dengan demikian, sangat dianjurkan melakukan strategi pengendalian caplak, penerapan akarisida untuk mengurangi populasi caplak dan peningkatan manajemen praktis para petugas kesehatan hewan terutama masalah caplak.

 

Link Terkait

Video Profile & Link BPTU-HPT Seluruh Indonesia

loading...

Pusat Informasi

loading...

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

loading...

Laporan-Laporan

loading...