Contact Us!

Tentang Kami

loading...

Berita

loading...
loading...

Blog Artikel

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya residu antibiotika pada susu segar yang berasal dari peternakan di wilayah Aceh Besar (Pagar air dan Saree) dengan menggunakan10 sampel susu sapi segar. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala.Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Kundrat dan Bacillus stearothermophillus

RINGKASAN/ABSTRAK

Jamaliah, Junaidi Pengaruh interval periode birahi kembali setelah beranak sapi Aceh pada Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Indrapuri. 

Penelitian  ini bertujuan untuk mendapatkan data dasar mengenai interval waktu yang diperlukan sapi Aceh sehingga didapat waktu yang tepat untuk dikawinkan baik secara alam maupun secara inseminasi buatan. 

Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2017,menggunakan 34 ekor induk sapi Aceh yang dibagi pada tiga kelompok umur yaitu masing-masing 3-4 tahun, 5-6 tahun dan 7-8 tahun.Data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan diolah menurut Sudjana, (1985).

Kebutuhan daging sapi sebagai salah satu sumber protein hewani dewasa ini semakin meningkat siiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan protein yang berasal dari hewan.

          Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dengan meningkatnya populasi ,produksi dan produksivitas sapi potong .Salah satu bangsa /ras sapi potong lokal adalah sapi Aceh kebutuhan daging sapi di Provinsi Aceh  hampir seluruhnya disuplai dari peternakan rakyat .

Pulo Aceh adalah sebuah nama kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pulo Aceh merupakan daerah kepulauan yang di kawasan ini terdapat dua pulo besar (pulo dalam bahasa Indonesia diartikan pulau) yaitu Pulo Nasi dan Pulo Breuh (breuh artinya dalam bahasa Indonesia beras). Selain itu Kecamatan Pulo Aceh terdapat tiga kemukiman (mukim) dan 17 gampong (desa).Tiga kemukiman tersebut yaitu Mukim Pulo Breuh Utara, Mukim Pulo Breuh Selatan, dan Mukim Pulo Nasi.

Salah satu jenis tanaman rumput dengan tingkat produksi tinggi adalah rumput raja yang telah banyak dikembangkan oleh peternak. Rumput raja mempunyai nama latin Pennisetum purpuphoides atau disebut juga dengan nama king grass. Rumput raja adalah jenis rumput baru yang merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpereum) dengan pennisetum typhoides. 

Rumput gajah odot merupakan tanaman dalam spesies yang sama dengan rumput gajah yang biasa kita temui. Perbedaannya terletak pada tingginya dan jarak ruasnya. Tanaman ini cukup pendek sehingga sering dinamakan pula dwarf napier (rumput gajah cebol). Jarak antar ruas hanya 1-4 cm, sedangkan pada jenis lain bisa 10-12 cm.

Cahaya : Rumput gajah Odot memerlukan sinar matahari penuh agar pertumbuhannya maksimal. Jikalau ditempatkan di tempat yang agak teduh pertumbuhannya agak terganggu sehingga jumlah anakan dan umur panennya bisa lebih lama.

Link Terkait

Video Profile & Link BPTU-HPT Seluruh Indonesia

loading...

Pusat Informasi

loading...

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

loading...

Laporan-Laporan

loading...