Contact Us!

Tentang Kami

loading...

Berita

loading...
loading...

Blog Artikel

Performans dan perkembangan sapi Aceh kurang diketahui oleh masyarakat secara nasional, hal ini disebabkan terbatasnya literatur yang membahas tentang potensi genetik sapi lokal Aceh.

 

ABSTRAK

 

Penelitian dilakukan dari bulan September 2015 hingga Oktober 2015 dengan tujuan untuk menentukan prevalensi dan identifikasi caplak Ixodidae pada sapi di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 550 caplak dewasa dikumpulkan dari tubuh sapi yang berjumlah sebanyak 500 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infestasi caplak keras pada sapi lokal Aceh sebesar Sebanyak empat genus caplak keras telah diidentifikasi yaitu; genus Boophilus (66.73%) adalah kutu yang paling banyak diikuti oleh Rhipicephalus (22.90 %); sementara Ambylomma (7.64 %) dan Hyalomma (2.73 %) genus yang paling jarang ditemukan di lokasi penelitian. Secara keseluruhan prevalensi infestasi caplak keras pada sapi lokal Aceh adalah 47,6%. Studi ini menunjukkan bahwa adanya kelimpahan populasi caplak yang tinggi di area ternak. Dengan demikian, sangat dianjurkan melakukan strategi pengendalian caplak, penerapan akarisida untuk mengurangi populasi caplak dan peningkatan manajemen praktis para petugas kesehatan hewan terutama masalah caplak.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya residu antibiotika pada susu segar yang berasal dari peternakan di wilayah Aceh Besar (Pagar air dan Saree) dengan menggunakan10 sampel susu sapi segar. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala.Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Kundrat dan Bacillus stearothermophillus

RINGKASAN/ABSTRAK

Jamaliah, Junaidi Pengaruh interval periode birahi kembali setelah beranak sapi Aceh pada Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Indrapuri. 

Penelitian  ini bertujuan untuk mendapatkan data dasar mengenai interval waktu yang diperlukan sapi Aceh sehingga didapat waktu yang tepat untuk dikawinkan baik secara alam maupun secara inseminasi buatan. 

Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2017,menggunakan 34 ekor induk sapi Aceh yang dibagi pada tiga kelompok umur yaitu masing-masing 3-4 tahun, 5-6 tahun dan 7-8 tahun.Data yang diperoleh kemudian ditabulasi dan diolah menurut Sudjana, (1985).

Kebutuhan daging sapi sebagai salah satu sumber protein hewani dewasa ini semakin meningkat siiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan protein yang berasal dari hewan.

          Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dengan meningkatnya populasi ,produksi dan produksivitas sapi potong .Salah satu bangsa /ras sapi potong lokal adalah sapi Aceh kebutuhan daging sapi di Provinsi Aceh  hampir seluruhnya disuplai dari peternakan rakyat .

Pulo Aceh adalah sebuah nama kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pulo Aceh merupakan daerah kepulauan yang di kawasan ini terdapat dua pulo besar (pulo dalam bahasa Indonesia diartikan pulau) yaitu Pulo Nasi dan Pulo Breuh (breuh artinya dalam bahasa Indonesia beras). Selain itu Kecamatan Pulo Aceh terdapat tiga kemukiman (mukim) dan 17 gampong (desa).Tiga kemukiman tersebut yaitu Mukim Pulo Breuh Utara, Mukim Pulo Breuh Selatan, dan Mukim Pulo Nasi.

Link Terkait

Video Profile & Link BPTU-HPT Seluruh Indonesia

loading...

Pusat Informasi

loading...

Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

loading...

Laporan-Laporan

loading...