Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Testimonials

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Sandro Rosell
FC Barcelona President

Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Indrapuri (BPTU-HPT Indrapuri) Kementerian Pertanian membuka dengan resmi Bimbingan Teknis Pemeliharaan Indukan Brahman Cross yang dilaksanakan pada tanggal 05 s/d 07 Nopember 2018 di BPTU-HPT Indrapuri.
Bimtek ini diikuti oleh 24 peserta  yang  berasal dari 3 Kabupaten ( Kabupaten Bireun , Aceh Tenggara dan Kabupaten Aceh Tamiang) dari Provinsi Aceh. Pembukaan Bimtek ini dihadiri Kepala dinas Peternakan Provinsi Aceh drh. Rahmandi,M.Si  dan Kasi ternak Ruminansia Potong dan Ternak Perah drh. T.Zulfadli,M.Si. dalam Bimtek tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya Kebijakan Pengawasan,Pembinaan serta pengembangan Brahman Cross diwilayah Kerja Provinsi Aceh, Manajemen Pemeliharaan ternak, Manajemen pakan, Praktek Handling Ternak , Cara mendiagnosa penyakit dan Praktek Pengolahan Kebun Rumput.
Kepala BPTU- HPT Indrapuri drh.Vierman mengatakan bahwa, “ Bimtek Indukan Brahman Cross, berkaitan dengan program dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) yang bertujuan untuk menambah populasi ternak”. Disela-sela pembukaan kegiatan Bimtek Vierman juga mengatakan,”Kegiatan ini berkaitan dengan kegiatan UPSUS SIWAB dan di harapkan dari 12 kelompok yang terpilih yang dianggap layak agar dapat memelihara indukan Brahman Cross dengan baik dan dapat melahirkan pedet.
Kegiatan pengadaan sapi indukan ini dilakukan oleh UPT Pusat (BPTUHPT sembawa). Sapi indukan diperkirakan akan tiba pada bulan November tahun ini.
Kadis Peternakan Prop. Aceh dalam kata sambutannya menuturkan, ” Tahun 2018 ini merupakan tahun ke-2 pemerintah Aceh menerima bantuan sapi Brahman Cross. Dalam pemelihraan ternak dipantau oleh Dinas dan TNI, danramil, babinsa dengan tujuan pemerintah itu bukan untuk mendikte atau menakunakuti, tetapi agar sapi indukan ini dapat berkembang sehingga kemakmuran juga dirasakan peternak”.  Rahmandi juga mengatakan, “Pada tahun 2016 Kabuapaten Pidie menerima Indukan sebanyak 50 ekor namun dalam perjalanan kelompok tidak sanggup memelihara, ketidak mampuan kelompok akan berimbas pada tahun tahun berikutnya, pidie tidak lagi menerima bantuan indukan. Setiap kelompok penerima akan menjadi tolak ukur bagi penerima bantuan tahun berikutnya.(Mei/08/09/18)