Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Testimonials

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Sandro Rosell
FC Barcelona President

Dalam sistem budidaya ternak,baik ternak sapi maupun kerbau di Indonesia dikenal dengan 2 cara perkawinan yaitu melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Kawin Alam (KA). Inseminasi Buatan merupakan salah satu pilihan dalam pengembangan ternak karena dapat melakukan efisiensi pemeliharan pejantan. Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang penanganan reproduksi ternak dan mensukseskan program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) perlu dilakukan refresher terhadap petugas inseminator agar keterampilan  lebih ditingkatkan .

Tujuan penyelenggaraan Pertemuan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada petugas inseminator  tentang upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk penanganan reproduksi ternak. Sasaran yang diharapkan adalah  agar petugas Inseminator  berperan aktif dalam pengembangan penanganan reproduksi ternak dilapangan nantinya. sedangkan output yang diharapkan adalah  meningkatnya pemahaman dan kompetensi peserta di bidang penanganan reproduksi ternak.

Pertemuan Refresher petugas teknis IB Tahap II Tahun 2017 ini diselenggarakan di  Hotel Safira Jln. Diniah Lr. Walet No.4 Blang Paseh Kota Sigli, Propinsi Aceh pada tanggal 16 sd 20 Oktober  2017, dilaksanakan dalam bentuk diskusi dan kegiatan praktek lapangan. Pertemuan ini dihadiri oleh 63 peserta dari 23 Kabupaten/Kota ditambah dengan peserta dari BPTU-HPT Indrapuri dan Fakultas Kedokteran Unsyiah. Pertemuan ini dibuka oleh kepala Dinas Provinsi Aceh (drh. Zulyazaini Yahya, M.Si), Materi Progres Upsus Siwab oleh Staf ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan (Ir. Mukti Sardjono, M.Sc). Praktek Pengenalan Organ Reproduksi (Preparat) oleh Kepala BPTU HPT Indrapuri (drh.Vierman), Praktek Lapangan IB ,PKB dan Singkronisasi (Menetapkan Status Reproduksi) dibimbing oleh drh. Vierman dan Taufik.